Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Raja Malaysia di Istana Bogor

Istimewa

TRANSISI,- Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan kenegaraan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 27 Agustus 2019. Dalam kunjungannya ini, Raja Malaysia didampingi oleh istrinya, Raja Permaisuri Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah, serta 3 puterinya, Tengku Puteri Ilisha Ameera, Tengku Puteri Afzan Aminah Hafizatullah, dan Tengku Puteri Jihan Azizah ‘Athiyatullah.

Raja Malaysia beserta rombongan delegasi tiba di Istana Bogor sekitar pukul 10.30 WIB dengan diiringi oleh pasukan Nusantara, korps musik, dan pasukan berkuda dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tak hanya itu, sejumlah pelajar yang mengenakan pakaian adat berbagai daerah juga turut menyambut kedatangan Raja Malaysia dengan mengibarkan bendera kedua negara.

Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan kenegaraan bagi keduanya. Saat itu, lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali. Setelah itu, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan.

Selesai upacara kenegaraan, Presiden Jokowi mengajak Raja Malaysia masuk ke dalam Istana untuk kemudian menandatangani buku tamu kenegaraan. Di Ruang Teratai itu pula, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Raja Malaysia dan Permaisuri Agong melakukan sesi foto bersama.

Kedua Kepala Negara kemudian menuju halaman belakang Istana Bogor untuk melakukan penanaman pohon bersama. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi dan Raja Malaysia menanam pohon damar atau Agathis dammara.

Usai menanam pohon, Presiden Jokowi kemudian mengajak Raja Malaysia untuk meninjau Kebun Raya Bogor. Kedua kepala negara menumpangi golf cart yang dikemudikan sendiri oleh Presiden Jokowi.

Sesampainya kembali di Istana Bogor, Presiden Jokowi dan Raja Malaysia kemudian melakukan pertemuan tête-à-tête di veranda Istana. Sementara itu, Ibu Iriana mengajak Permaisuri Agong untuk mengikuti serangkaian acara pendamping yang telah disiapkan.

Rangkaian acara kenegaraan kemudian diakhiri dengan jamuan santap siang kenegaraan di Ruang Garuda.

Mengutip siaran pers Kementerian Luar Negeri, dalam kesempatan ini, Presiden RI dan Raja Malaysia mendiskusikan kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang ekonomi dan perlindungan WNI di Malaysia. Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi khususnya di sektor migas, serta kerja sama dalam mendukung promosi komoditas kelapa sawit.

Dalam konteks perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), kedua Kepala Negara mendiskusikan mengenai akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, termasuk di wilayah Semenanjung Malaysia.

Yang di-Pertuan Agong XVI beserta delegasi juga berkesempatan untuk berkunjung ke Yogyakarta pada tanggal 28 – 29 Agustus 2019, dan melakukan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta mengunjungi Kota Gede untuk melihat industri kerajinan perak, Candi Brorobudur serta menonton sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam upacara penyambutan kenegaraan ini antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana. (DR-Gum)

Presiden Jokowi di IAID 2019: Indonesia Sahabat Terpercaya

Istimewa

TRANSISI,- Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara Afrika untuk bersama dengan Indonesia mewujudkan kemajuan dan lompatan besar. Indonesia juga siap bekerja sama dengan negara-negara sahabat di Afrika dan memastikan bahwa Indonesia merupakan sahabat terpercaya bagi kesejahteraan kedua pihak.

Hal itu disampaikan Presiden saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kawasan Wisata Nusa Dua Lot, Bali, pada Selasa, 20 Agustus 2019.

“Indonesia siap dan sangat sangat senang bekerja sama dengan saudara-saudara kami di Afrika. Saya ingin pastikan dan tekankan, Indonesia adalah teman yang terpercaya. Indonesia is your true partner, your trusted friend,” ujarnya.

Di tengah gejolak perekonomian global yang tidak menentu dan terjadinya kesenjangan pembangunan antarnegara, Kepala Negara memandang perlu untuk memperkuat solidaritas Indonesia dan Afrika dalam rangka memperbaiki keadaan kawasan dan dunia. Maka, ia juga mendorong kemitraan yang lebih erat antara kedua pihak dengan prinsip saling menguntungkan agar dapat bertahan menghadapi gejolak arus global.

“Indonesia dan Afrika adalah kekuatan besar jika kita bersatu. Indonesia dan Afrika dapat mewujudkan mimpi-mimpi kemajuan jika kita bersatu. Indonesia dan Afrika dapat melompat lebih tinggi, bahkan berkali-kali lipat jika kita bersatu,” kata Presiden.

Untuk diketahui, pelaksanaan IAID yang dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh negara Afrika merupakan kelanjutan dari Indonesia-Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan April 2018 lalu di mana forum tersebut tak hanya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Afrika yang telah terjalin, tetapi juga membuka jalan baru bagi kerja sama ekonomi.

Dalam pelaksanaan IAF saat itu, negara-negara peserta menjadikan infrastruktur sebagai isu utama. Indonesia dan Afrika memiliki pandangan yang sama bahwa pembangunan infrastruktur merupakan suatu hal yang harus menjadi prioritas bagi pengembangan ekonomi di masa mendatang.

Terkait hal tersebut, Presiden menerangkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Indonesia memberikan perhatian besar bagi pembangunan infrastruktur nasional. Di antaranya adalah pembangunan 782 kilometer jalan tol, 3.387 kilometer jalan umum nasional, lebih dari 191 ribu kilometer jalan desa, dan 15 bendungan besar untuk memperkuat sektor pertanian.

“Bagi kami pembangunan infrastruktur ini untuk mencapai banyak tujuan. Infrastruktur dapat mempersatukan bangsa dan mempererat kebinekaan kami di Indonesia,” tuturnya.

Kepala Negara melanjutkan, infrastruktur yang dibangun Indonesia juga dimaksudkan untuk memperbaiki pemerataan pembangunan dan menjangkau daerah-daerah terluar. Pembangunan infrastruktur yang merata di Tanah Air merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan memperbaiki disparitas harga serta kesenjangan ekonomi.

Indonesia ingin agar kesuksesan dan hasil pembangunan yang selama ini dilakukan juga dapat dirasakan oleh negara-negara sahabat Indonesia, khususnya Afrika. Indonesia juga bersedia berbagi pengalaman dan bekerja sama lebih jauh untuk kesejahteraan bangsa Indonesia dan bangsa Afrika.

“Mari kita bangun negeri kita. Kita perkuat infrastruktur antarnegara kita untuk meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Afrika, untuk meningkatkan arus perdagangan antara Indonesia dan Afrika yang dapat meningkatkan perekonomian kita yang mampu memberikan kesejahteraan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di Afrika,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain menjadi pembicara kunci, Kepala Negara juga sempat menyaksikan penandatanganan kesepakatan bisnis antara perusahaan-perusahaan Indonesia dengan perusahaan-perusahaan sejumlah negara Afrika seperti Niger, Nigeria, Tanzania, Mozambik, Pantai Gading, dan Senegal.

Sebanyak 11 kesepakatan bisnis yang melibatkan perusahaan-perusahaan seperti Wika, Indonesia Eximbank, Bio Farma, Kimia Farma, Energi Mega Persada, dan Indesso tercapai. Kesepakatan-kesepakatan tersebut diperkirakan bernilai keseluruhan mencapai USD822 juta.

(DR-Gum)

Bersama Warga Satgas Yonif MR 411 Kostrad Bergotong Royong Perbaiki Jembatan

Istimewa

TRANSISI MERAUKE — Personel Pos Toray Satgas Yonif MR 411 Kostrad membantu warga memperbaiki jembatan yang telah lama rusak di Kampung Toray, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Rabu (7/8/2019).

Perbaikan jembatan yang dilakukan ini adalah satu-satu nya jembatan penghubung Kampung Toray dan Kampung Erambu yang telah lama rusak,sehingga membahayakan pengendara yang melintasi nya,kata Komandan Pos (Danpos) Toray Letda Inf Wesly Tanaem.

“Kegiatan bersama masyarakat memperbaiki jembatan penghubung kampung tersebut merupakan salah satu program teritorial dan kepedulian Satgas Yonif MR 411 Kostrad untuk membantu masyarakat perbatasan di wilayah Kab. Merauke, Papua,” ucap Danpos Toray.

Ditemui di tempat terpisah Dansatgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan, kehadiran kami di perbatasan bukan hanya menjaga wilayah perbatasan saja, membantu kesusahan warga adalah kewajiban kami sebagai prajurit TNI.

“Salah satu nya adalah membantu masyarakat di perbatasan untuk memperbaiki jembatan penghubung kampung yang rusak,guna memudahan mobilitas kendaraan sehingga akan berdampak bagi kelancaran aktivitas masyarakat kedua kampung tersebut,” tambah Dansatgas.

Kepala Kampung Toray Ibu Barsalina Dedha menyampaikan, apresiasinya terhadap kepedulian anggota Satgas Yonif MR 411 Kostrad yang sudah memperbaiki jembatan penghubung kampung. “Terima kasih bapak tentara yang sudah membantu warga sehingga bisa melewati jembatan tanpa takut mengalami kecelakaan karena sudah bagus lagi,” kata Barsalina.(111)

Presiden Jokowi Ucapkan Turut Berduka Cita Meninggalnya Presiden Tunisia

Istimewa

TRANSISI,- Pemerintah dan rakyat Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita atas wafatnya Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, di rumah sakit militer kota Tunis, Kamis (25/7) kemarin.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, pada hari ini, Kamis 25 Juli 2019,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, yang diunggahnya pada Kamis (25/7) malam.

Presiden Jokowi menyampaikan keyakinannya, Presiden Essebsi akan dikenang karena perannya dalam memajukan demokrasi dan reformasi.

Pemilu Bebas

Presiden Beji Caid Essebsi yang berusia 92 tahun, merupakan tokoh terkemuka di Tunisia menyusul tumbangnya pemimpin otoriter Zine El-Abidine Ben Ali, tahun 2011. Ia memenangi pemiluh bebas pertama di Tunisa tahun 2014.

Ebsesi adalah mantan pengacara yang belajar dan berlatih di Paris, Perancis. Ia juga pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri dan ketua parlemen.

(Red- Seskab)

Presiden Jokowi Menyambut Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab

Istimewa

TRANSISI,- Presiden Joko Widodo menyambut langsung kedatangan Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab H. R. H Sheikh Mohammed bin Zayes Al-Nahyan, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Rabu 24 Juli 2019 pagi.

Upacara Penyambutan Kenegaraan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab, His Royal Highness Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Istana Kepresidenan Bogor, pkl. 10.30 WIB. ( Red)