BANGKALAN||TRANSISINEWS – Ketegangan antara Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan dengan sejumlah jurnalis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) semakin memuncak.
Perselisihan ini berakar dari dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran organisasi, khususnya terkait kenaikan iuran anggota guru dan penggunaan dana yang dinilai tidak jelas.
Sejumlah media lokal dan LSM secara konsisten menyoroti pentingnya transparansi keuangan PGRI Bangkalan.
Namun, respons dari pengurus PGRI justru memicu kontroversi.
Ketua PGRI Bangkalan, Abdul Munib, menanggapi kritik tersebut dengan pernyataan keras yang merendahkan profesi pers dan LSM, bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum melalui somasi.
Ketua Mahkota (MK) Forum Pemuda Bangkalan sekaligus aktivis jurnalis, mengecam sikap pengurus PGRI yang dinilai menolak memberikan penjelasan transparan dan berbasis data.













