Ads
EdukasiPeristiwaRagamRegional

Hadiri Pelantikan Jatam di Sawah, Anggota DPRD Ahmad Suyono Minta Pemerintah Hadir di Tengah Petani

syailendraachmad51
×

Hadiri Pelantikan Jatam di Sawah, Anggota DPRD Ahmad Suyono Minta Pemerintah Hadir di Tengah Petani

Sebarkan artikel ini
IMG 20260530 WA0078

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Ada pemandangan tidak biasa di area persawahan Desa Sendangagung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (30/05/2026).

Tanpa riuh gedung mewah atau sejuknya pendingin ruangan, prosesi pelantikan pengurus Jama’ah Tani Muhammadiyah (Jatam) Cabang Sumberrejo justru digelar terbuka di bawah langit bebas dan hamparan hijau padi.

​Langkah antimainstream ini bukan tanpa alasan. Jatam sengaja memilih sawah sebagai lokasi pengukuhan demi membangun ikatan emosional yang kuat sekaligus menegaskan komitmen mereka: hadir dan menyerap langsung jeritan hati petani di habitat aslinya.

​Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Abd. Qodir, perwakilan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro.

Wadah ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru yang siap mendobrak tantangan pertanian, sekaligus mendongkrak kemandirian ekonomi warga binaan.

​Selaku Sekretaris MPM PDM Bojonegoro, Abd. Qodir langsung melempar instruksi agar nahkoda baru ini tancap gas mengeksekusi program-program strategis.

​”Harapan besar kami, Jatam Sumberrejo mampu menjadi jembatan kesejahteraan bagi petani Muhammadiyah. Tugas penting lainnya adalah memikat generasi muda agar tidak gengsi kembali ke sawah, tentunya dengan membawa misi pertanian yang ramah lingkungan,” ungkap Abd. Qodir penuh optimisme.

​Di sisi lain, pentingnya intervensi pemerintah untuk mengurai benang kusut masalah pertanian ikut disuarakan oleh Ahmad Suyono.

Pria yang duduk sebagai Tim Ahli Jatam sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro ini mendesak penerapan regulasi Kementerian Pertanian secara maksimal.

​”Pemerintah harus hadir. Salah satu langkah konkretnya adalah merealisasikan program satu desa satu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sesuai amanat undang-undang,” cetus Suyono.

​Tak hanya itu, ia juga mendorong berdirinya sekolah lapang tani sebagai pusat edukasi.

“Jika wadah belajar ini eksis, lompatan teknologi dan arus informasi pertanian modern akan diadopsi oleh petani kita dengan jauh lebih cepat,” tambahnya.

​Membuktikan diri bukan organisasi yang gemar mengobral seremonial belaka, sesaat setelah kata pelantikan usai diucapkan, para pengurus langsung menyingsingkan lengan baju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *