BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sutikno, menggelar reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Dusun Beton, Desa Megale, Kecamatan Kedungadem. Kamis(05/02/26).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan langsung dari tingkat akar rumput guna diperjuangkan dalam kebijakan daerah.
Hadir dalam agenda tersebut Camat Kedungadem Sahlan, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta jajaran undangan lainnya.
Dalam forum dialog tersebut, masyarakat Desa Megale menitipkan sejumlah harapan besar kepada Sutikno.
Poin-poin utama yang disuarakan warga meliputi keberlanjutan pembangunan infrastruktur desa, kepastian ketersediaan pupuk bagi petani, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Warga juga berharap adanya program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan di tingkat desa.
Sutikno menegaskan bahwa seluruh masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
”Hasil reses ini akan kami jadikan dasar perumusan kebijakan agar program kerja pemerintah daerah lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat. Reses adalah jembatan penghubung antara DPRD dan eksekutif,” tegas Sutikno.
Di tempat yang sama, Camat Kedungadem Sahlan memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan daerah saat ini.
Ia memaparkan bahwa anggaran transfer dari pemerintah pusat sedang mengalami penurunan atau defisit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang berdampak pada alokasi program di daerah.
”Jika ada usulan masyarakat yang belum terealisasi di tahun 2026, harap dipahami bahwa ini bukan faktor kesengajaan, melainkan penyesuaian terhadap kondisi keuangan pemerintah daerah yang sedang terbatas,” urai Sahlan.
Meski anggaran tengah mengalami efisiensi, Sahlan menekankan bahwa program peningkatan kualitas manusia tetap menjadi prioritas.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan beasiswa yang digelontorkan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kedungadem.
Selain pendidikan, warga juga diimbau untuk menyukseskan program nasional terkait cek kesehatan gratis yang akan dilaksanakan di Bojonegoro.
Program ini diharapkan dapat menjaga produktivitas dan kesehatan masyarakat di tengah tantangan ekonomi saat ini.(red)













