Di tempat yang sama, Camat Kedungadem Sahlan memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan daerah saat ini.
Ia memaparkan bahwa anggaran transfer dari pemerintah pusat sedang mengalami penurunan atau defisit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang berdampak pada alokasi program di daerah.
”Jika ada usulan masyarakat yang belum terealisasi di tahun 2026, harap dipahami bahwa ini bukan faktor kesengajaan, melainkan penyesuaian terhadap kondisi keuangan pemerintah daerah yang sedang terbatas,” urai Sahlan.
Meski anggaran tengah mengalami efisiensi, Sahlan menekankan bahwa program peningkatan kualitas manusia tetap menjadi prioritas.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan beasiswa yang digelontorkan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kedungadem.
Selain pendidikan, warga juga diimbau untuk menyukseskan program nasional terkait cek kesehatan gratis yang akan dilaksanakan di Bojonegoro.
Program ini diharapkan dapat menjaga produktivitas dan kesehatan masyarakat di tengah tantangan ekonomi saat ini.(red)











