Ads
Peristiwa

Korupsi Di Teluk Bintuni Tersistematis Diduga Ada Keterlibatan Oknum APH.

mmcnews00
×

Korupsi Di Teluk Bintuni Tersistematis Diduga Ada Keterlibatan Oknum APH.

Sebarkan artikel ini
IMG 20251212 WA0060

“Namun demikian masih ada seorang yang masuk di dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yaitu Richard Talakua (RT). Oknum RT adalah mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Teluk Bintuni yang diduga mengetahui aliran dana dari proyek Jalan Simei-Obo tersebut yang menyasar sejumlah oknum pejabat di masa kepemimpinan Bupati Teluk Bintuni sebelum Pasangan Yo Join saat ini.

Ditangkapnya oknum RT akan mampu menguak tabir korupsi berjamaah di Negeri Sisar Matiti tersebut. Serta dugaan kasus tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Kali Obie, Distrik Idoor, Kabupaten Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2023. Juga kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam Pekerjaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2017-2021.” Jelasnya

Maupun Pekerjaan Peningkatan Jalan Mogoy-Merdey Tahun Anggaran 2023 yang belum menjamah oknum penerima aliran dana proyek tersebut hingga saat ini. Imbasnya vonis justru diperberat secara hukum pada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) semata. Serta juga pekerja administrasi nada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Barat.

Sementara pihak yang sesungguhnya sempat menikmati aliran dana proyek tersebut tidak terjamah secara hukum. Diduga ada “pembiaran” oleh Aparat Penegak Hukum (APH) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Teluk Bintuni. Saya kira proses seleksi bersih diri pada pentahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Teluk Bintuni di tahun 2024 yang lalu dapat dipersoalkan kembali. Berantas korupsi di Kabupaten Teluk Bintuni mesti dimulai sejak tahun 2026 mendatang pasca Natal Tahun 2025 saat ini. Tutup Warinussy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *