Ads
Politik

Komisi C DPRD Bojonegoro Evaluasi Sektor Kesehatan: Soroti Nasib RS Onkologi Kalitidu dan Izin Puskesmas Tanjungharjo

syailendraachmad51
×

Komisi C DPRD Bojonegoro Evaluasi Sektor Kesehatan: Soroti Nasib RS Onkologi Kalitidu dan Izin Puskesmas Tanjungharjo

Sebarkan artikel ini
IMG 20260112 WA0082 copy 1600x909

BOJONEGORO||TRANSISINEWS — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja intensif bersama Dinas Kesehatan, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Sumberrejo, RSUD Padangan, RSUD Kepohbaru, serta seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro pada Senin (12/1/2026).

Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 serta mematangkan proyeksi pelaksanaan APBD 2026 di sektor kesehatan.

​Dalam rapat kerja yang berfungsi sebagai instrumen pengawasan ini, Komisi C mencermati capaian program prioritas dan serapan anggaran tahun lalu guna memetakan kendala yang dihadapi unit pelayanan kesehatan.

Komisi C menekankan bahwa penggunaan anggaran 2026 harus dilakukan secara efektif dan efisien, berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, serta berfokus pada pemerataan akses layanan di seluruh wilayah Bojonegoro.

Kejelasan pemanfaatan gedung RS Onkologi di Kecamatan Kalitidu kembali menjadi sorotan utama.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, meminta penjelasan terbuka terkait arah pengembangan gedung tersebut guna menghindari persepsi masyarakat bahwa aset daerah tersebut mangkrak setelah menyerap anggaran besar.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa bangunan tersebut tetap difungsikan sebagai rumah sakit dan tidak akan dialihkan untuk kepentingan lain.

Berdasarkan rencana strategis terbaru, RS Onkologi Kalitidu akan bertransformasi menjadi RSUD dengan layanan unggulan kesehatan jiwa, mengingat layanan tersebut belum optimal di Bojonegoro.

​“Ke depan tetap menjadi rumah sakit umum daerah, namun dengan keunggulan layanan kesehatan jiwa dengan kapasitas sekitar 75 tempat tidur. Secara fisik, seluruh bangunan sudah dirancang sebagai rumah sakit,” jelas Ninik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *