Sementara, Instruktur LKP DPW PKB Jawa Timur, Agustia Deni, yang hadir sebagai pemateri menegaskan bahwa kegiatan ini adalah instruksi resmi struktur partai dari pusat hingga daerah.
“Sekolah Kader Perubahan ini mandat partai agar kader memiliki kesadaran politik, gerakan terukur, dan kemampuan menyatu dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap setelah mengikuti SKP, kader dapat menjadi penggerak organisasi, bukan hanya peserta pasif yang muncul saat momentum politik.
“Kader harus kreatif, aktif, dan punya inisiatif. Politik bukan hanya soal Pemilu, tapi tentang hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak memahami bahwa anggota dewan bukan figur jauh, tetapi mitra sekaligus perpanjangan tangan masyarakat.
Agustia menyebut, pendidikan kader seperti ini bertujuan menghapus jarak antara struktur partai, masyarakat, dan wakil rakyat.
“Kader harus merasa bagian dari rumah besar PKB dan tahu bagaimana bermitra dengan anggota dewan. Bukan sekedar penonton, tapi pelaku,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan peneguhan komitmen gerakan politik santun, moderat, dan berbasis kepentingan rakyat, terutama untuk pemuda Bojonegoro menghadapi kompetisi politik mendatang. (Red)













