“Biasanya kalau sudah didukung oleh Komisi C rata-rata sukses. Karena selain perencanaan, banyak anggota Komisi C yang ada di Badan Anggaran (Banggar),” ujar Ahmad Supriyanto yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro.
Senada dengan hal tersebut, Natasha Devianti berharap program-program berbasis teknologi digital ini tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi peserta.
“Semoga pelatihan ini bisa membuka peluang kerja baru dan mendorong lahirnya talenta-talenta digital dari Bojonegoro, sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran,” tuturnya.
Ketua Komite Ekraf Bojonegoro, Alfian, menyambut baik dukungan moral dan kelembagaan yang diberikan oleh legislatif.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Komisi C menjadi motivasi tambahan bagi pihaknya untuk terus berinovasi dalam memajukan sektor ekonomi kreatif di Bojonegoro.
“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan bagi kami agar bisa berperan lebih baik untuk pembangunan daerah melalui sektor ekonomi kreatif,” pungkas Alfian.
Dengan dukungan penuh dari Komisi C yang memiliki pengaruh kuat di Badan Anggaran, pengembangan ekonomi kreatif di Bojonegoro diharapkan mendapatkan porsi perhatian dan anggaran yang lebih optimal pada tahun-tahun mendatang.













