Warinussy menambahkan melihat Kapolresta Manokwari sama sekali tidak melakukan upaya hukum yang terukur dari sisi perijinan keramaian serta test urine. Hal mana penting untuk mengecek apakah kegiatan semacam ini memiliki dampak terhadap pemakaian narkotika dan obat terlarang secara bebas,
“Harusnya Kapolresta Manokwari, sebagai pemilik wilayah mempunyai kemampuan untu memberantas Premanisme secara massif, Jangan Hanya Diam.
Menjelang peringatan HUT PI ke-170 ini, seharusnya institusi keamanan seperti Polresta Manokwari, Polda Papua Barat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat menaruh perhatian dan segera melakukan langkah preventif. Generasi Muda Papua (Asli) semestinya terhindar dari kegiatan yang tidak mencerminkan pertumbuhan Injil yang sudah menjadi warna kehidupan sosial, Beber Warinussy
kemasyarakatan di Tanah Papua selama 170 tahun ini. Perkembangan sosial kalangan muda-mudi dan remaja di Manokwari sudah cenderung mengkhawatirkan, sehingga peran Gereja (GKI Di Tanah Papua) juga melalui Forum Generasi Muda (FGM) GKI Di Tanah Papua ditantang untuk mengambil posisi terdepan dan sentral dalam pembinaan muda-mudi Papua (asli) tersebut.” Jelas Warinussy kepada Media













