AKP Slamet menjelaskan korban -Sekira Jam 15.00 wib, korban datang ke sungai Bengawan Solo untuk mencari kayu sarah / kayu yang hanyut untuk digunakan sebagai kayu bakar namun sekira jam 15.15 Wib, korban hayut terseret arus sungai Bengawan Solo.
“Pada waktu itu ada beberapa warga yang melihat korban terbawa arus sungai Bengawan Solo dengan posisi korban melambaikan tangan ke atas dan tersangkut di tumpukan kayu (posisi terlihat tangan dan kepala)”, pungkasnya.
Lanjut Kapolsek juga menerangkan saat kejadian berlangsung ada beberapa warga yang pada saat itu melihat dan berusaha melemparkan jangkar tali ke arah korban, tujuan untuk melakukan pertolongan namun tidak kena/tidak sampai.
“Akhirnya korban tenggelam hilang terseret arus sungai Bengawan Solo dan masih dalam proses pencarian”,tutupnya.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro Laela Nor Aeny, mengatakan, sejumlah personel BPBD telah diterjunkan untuk mencari korban tenggelam, tapi hingga kini korban belum diketemukan.
“Untuk warga di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo supaya berhati-hati dalam beraktivitas di sungai, dilarang bermain dan berenang di sungai Bengawan Solo, segera laporkan apabila terjadi hal kedaruratan kebencanaan,” himbaunya.(Sy)













