Ads
InvestigasiPeristiwa

Mencari Kayu Bakar di Bantaran Bengawan Solo, Berakhir Tenggelam dan Hilang Terseret Arus

syailendraachmad51
×

Mencari Kayu Bakar di Bantaran Bengawan Solo, Berakhir Tenggelam dan Hilang Terseret Arus

Sebarkan artikel ini
Img 20250121 Wa0198

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS- Luapan air sungai Bengawan Solo kembali menelan korban jiwa, setelah BPBD Bojonegoro memberikan himbauan Siaga 1 kepada seluruh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Bengawan Solo akibat cuaca yang ekstrem saat ini.

Seorang warga di laporkan tenggelam dan hilang terseret derasnya arus sungai bengawan solo, tepatnya turut selatan makam goroito, Desa Kanor Rt.04/Rw.03, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Selasa 21/01/25.

Korban diketahui bernama Tasam Bin Sariman, Laki-laki, usia (67 th), beralamat di Dusun. Kanor Rt.01 Rw.04 Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut salah satu saksi MR (25), korban tenggelam masih warga Desa Kanor dan sedang mencari kayu sarah / kayu yang hanyut untuk di gunakan sebagai kayu bakar, namun naasnya korban tergelincir lalu terseret derasnya arus bengawan solo.

“Korban sempat teriak minta tolong, namun karena derasnya arus kita tidak mampu menolongnya”, ujarnya.

Img 20250121 Wa0184
Kapolsek Kanor Saat Berada di TKP.

Kapolsek Kanor AKP Slamet S.H., saat di konformasi media transisinews.com membenarkan kejadian tersebut. “korban mencari kayu namun terpeleset dan hilang terseret derasnya arus sungai Bengawan Solo”, bebernya.

AKP Slamet menjelaskan korban -Sekira Jam 15.00 wib, korban datang ke sungai Bengawan Solo untuk mencari kayu sarah / kayu yang hanyut untuk digunakan sebagai kayu bakar namun sekira jam 15.15 Wib, korban hayut terseret arus sungai Bengawan Solo.

“Pada waktu itu ada beberapa warga yang melihat korban terbawa arus sungai Bengawan Solo dengan posisi korban melambaikan tangan ke atas dan tersangkut di tumpukan kayu (posisi terlihat tangan dan kepala)”, pungkasnya.

Lanjut Kapolsek juga menerangkan saat kejadian berlangsung ada beberapa warga yang pada saat itu melihat dan berusaha melemparkan jangkar tali ke arah korban, tujuan untuk melakukan pertolongan namun tidak kena/tidak sampai.

“Akhirnya korban tenggelam hilang terseret arus sungai Bengawan Solo dan masih dalam proses pencarian”,tutupnya.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro Laela Nor Aeny, mengatakan, sejumlah personel BPBD telah diterjunkan untuk mencari korban tenggelam, tapi hingga kini korban belum diketemukan.

“Untuk warga di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo supaya berhati-hati dalam beraktivitas di sungai, dilarang bermain dan berenang di sungai Bengawan Solo, segera laporkan apabila terjadi hal kedaruratan kebencanaan,” himbaunya.(Sy)