TUBAN||TRANSISINEWS – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut kunjungan kerja Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kunjungan strategis ini dalam rangka peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara nasional serta peninjauan ketahanan pangan, Jumat (15/5/2026).
Agenda peresmian ini merupakan bagian dari percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian telah melakukan persiapan matang agar operasional SPPG berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari aktualisasi Asta Cita Presiden RI di bidang pemenuhan gizi generasi bangsa.
Menurut Irjen Pol. Nurworo, Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan rantai pasok inklusif yang merangkul para petani, peternak, pelaku UMKM, hingga koperasi lokal guna menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hingga 13 Mei 2026, Satgas MBG Polri mencatat telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 1,84 juta penerima manfaat serta menyerap hampir 36.800 tenaga kerja lokal.
Selain itu, terdapat 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional dan 468 SPPG lainnya masih dalam proses pembangunan fisik.
Pada momentum kunjungan Presiden ini, sebanyak 166 SPPG yang tersebar di 24 Polda jajaran diresmikan secara serentak.
Peresmian tersebut terhubung secara daring dari wilayah masing-masing dengan dukungan dari Forkopimda, Bhayangkari, relawan, serta tenaga ahli gizi lapangan.
Untuk menjamin kualitas, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi.
Fasilitas ini didukung oleh sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, jaminan halal, hingga standar internasional.
Selain itu, digunakan pula inovasi operasional berupa Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk layanan skala besar.
Ekosistem program ini diperkuat melalui pembangunan infrastruktur ketahanan pangan berbasis gudang sentral, greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok, serta kemitraan lokal.
Hingga saat ini, telah berdiri 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda, dan direncanakan penambahan 10 gudang baru sepanjang tahun 2026 demi menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Selain agenda peresmian SPPG, Presiden RI dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan baru untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir.(red)












