Ads
NasionalPolitikRegional

Kisah Hebat Perempuan Lintas Profesi di Mata Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni

syailendraachmad51
×

Kisah Hebat Perempuan Lintas Profesi di Mata Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni

Sebarkan artikel ini
IMG 20260421 WA0213

SURABAYA||TRANSISINEWS – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, memberikan apresiasi tinggi kepada puluhan perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang profesi pada puncak peringatan Hari Kartini 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Selasa (21/4/2026) ini, menyoroti peran strategis perempuan dalam mendobrak stigma gender di dunia kerja.

​Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para perempuan yang telah memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.

Mereka dinilai sukses membuktikan bahwa kompetensi profesional tidak lagi dibatasi oleh sekat gender, termasuk pada profesi yang selama ini didominasi laki-laki.

​Sebagai bentuk tali asih, Sri Wahyuni secara simbolis menyerahkan bingkisan sembako dan bantuan uang tunai kepada para penerima penghargaan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan perempuan adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan daerah maupun nasional.

​“Perempuan-perempuan ini adalah sosok hebat yang telah membuktikan bahwa tidak ada batasan dalam berkarya. Mereka mampu menjalankan berbagai profesi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi,” ujar Sri Wahyuni.

​Politisi perempuan tersebut juga mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum Hari Kartini sebagai pemacu semangat dalam mendorong kesetaraan serta pemberdayaan perempuan di Jawa Timur.

​“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan. Perempuan hari ini bukan lagi pelengkap, melainkan penggerak utama dalam berbagai sektor kehidupan,” tambahnya.

​Melalui kegiatan ini, DPRD Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung ruang bagi perempuan agar dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Harapannya, aksi nyata para perempuan inspiratif ini dapat memotivasi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri tanpa merasa terbatasi oleh status gender.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *