BOJONEGORO||TRANSISINEWS- Dalam Reses Masa Sidang III yang digelar di Dapil III (Kepohbaru, Baureno, dan Kanor), H. Choirul Anam, S.Th.I., M.M, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap guru-guru non-ASN. Kamis (20/11/2025).
Momen ini kembali menjadi ruang aspirasi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat bawah.
Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, serta para pendidik dari berbagai lembaga pendidikan Islam.
Mereka mengeluh terkait minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap keberadaan guru-guru non-ASN.
Para guru non-ASN yang mengabdi di RA, MI, MTs, hingga MA di wilayah Bojonegoro belum mendapatkan sentuhan insentif dari APBD, berbeda dengan sektor pendidikan lainnya.
Mereka menilai bahwa para guru tersebut merupakan garda terdepan dalam pendidikan dasar keagamaan, namun belum memperoleh penghargaan ataupun dukungan yang layak dari pemerintah daerah.
“Guru non-ASN adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka berjuang demi pendidikan generasi muda Bojonegoro, namun belum mendapatkan perhatian yang layak,” ujar salah satu peserta reses.
H. Choirul Anam menegaskan bahwa aspirasi ini akan menjadi perhatian khusus dirinya dalam setiap agenda pembahasan bersama pemerintah daerah.













