BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Universitas Bojonegoro (Unigoro) mematangkan kesiapan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2026 dengan misi khusus: pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan selatan Bojonegoro.
Dalam pembekalan yang digelar di Hall Suyitno pada Kamis (11/06/2026), Unigoro menghadirkan Direktur Bojonegoro Institute (BI), AW Syaiful Huda, untuk membedah strategi dan rekomendasi penyusunan program kerja yang taktis serta aplikatif.
Dalam paparannya, AW Syaiful Huda membeberkan realitas paradoks di Kabupaten Bojonegoro.
Berdasarkan Data Pemutakhiran Mandiri Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Damisda) Semester I yang dirilis oleh Bappeda Bojonegoro, kantong-kantong kemiskinan ekstrem justru mayoritas berada di wilayah yang dikelilingi hutan subur.
Data makro menunjukkan angka yang memprihatinkan, di antaranya terdapat 478 KK miskin di Desa Tondomulo (Kecamatan Kedungadem), 649 KK miskin di Desa Bareng (Kecamatan Sekar), dan 454 KK miskin di Desa Meduri (Kecamatan Margomulyo).
Melihat kondisi tersebut, Awi—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa mahasiswa KKN Unigoro tidak bisa lagi menggunakan pola pemberdayaan konvensional.
Diperlukan pendekatan berbasis penghidupan berkelanjutan atau Sustainable Livelihood Approach (SLA).
“Pendekatan SLA ini digunakan untuk memahami cara individu, keluarga, atau komunitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri dan berkelanjutan. Tujuannya agar perekonomian mereka meningkat tanpa merusak ekosistem alam yang menjadi penopang kehidupan generasi masa depan,” urai Direktur BI di hadapan ratusan mahasiswa.













