Rinciannya, pada tahun 2021 terdapat 35.057 orang pengangguran, tahun 2022 sebanyak 34.414 orang, dan tahun 2023 sebanyak 36.411 orang.
Jika koperasi tidak segera bergerak, peluang menciptakan lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi desa akan terlewatkan begitu saja.
Pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyalurkan Rp200 triliun ke lima bank Himbara, yaitu Bank Mandiri sebesar Rp55 triliun, BRI sebesar Rp55 triliun, BNI sebesar Rp55 triliun, BTN sebesar Rp25 triliun, dan BSI sebesar Rp10 triliun.
Dana ini bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Bank Indonesia, dengan misi besar untuk mendorong kredit produktif dan memperkuat ekonomi nasional.
Ketua DPC Projo Bojonegoro Mustakim mengatakan bahwa tanpa sinergi di tingkat desa, terutama dalam implementasi Koperasi Merah Putih, dana sebesar itu bisa kehilangan daya ungkitnya di akar rumput.
“Berbisnis memang tidak cukup satu atau dua tahun. Tapi dengan Koperasi Desa Merah Putih, kita bisa menyelamatkan ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan melawan rente kapitalis yang melemahkan daerah,” katanya. Jum’at (10/10/2025).
Dalam rangka meningkatkan efektivitas KDMP, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat desa tentang bagaimana mengelola koperasi dengan baik.
“Selain itu, perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi yang ketat untuk memastikan bahwa KDMP berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” tambah Ketua DPC Projo Bojonegoro ini.
Dengan pengelolaan yang profesional dan dukungan yang kuat, KDMP dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan efektif.(red)













