inilah yang seyogyanya senantiasa di sosialisasikan atau bahasa Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua “di jemaat kan” kepada umat Di Tanah Papua ini. Khususnya dalam setiap peringatan HUT PI tiap Tahun di Pulau Mansinam. Di sisi lain, ketika Ottouw dan Geissler datang ke Tanah Papua, mereka tidak memiliki rencana untuk menguasai negeri ini dan juga menafikan Orang Papua Asli bersama Tanah dan haknya. “Ucap tokoh HAM Se tanah Papua.
Sembari Warinussy katakan Tujuan para Zendeling adalah untuk menyebarkan Injil sebagai Firman Allah serta membaptis mereka menjadi murid-murid Tuhan semata. Perintah Agung di Bukit Zaitun sebagaimana ditulis dalam Kitab Injil Matius 28:16-20. Perintah Agung di Bukit Zaitun menjadi dasar ketetapan Allah Sendiri bagi para muridnya termasuk Ottouw dan Geissler untuk memberitakan Injil sampai ke Tanah Papua pada 170-an Tahun yang lalu.
“GKI Di Tanah Papua oleh karena itu mesti berpegang pada dasar Perintah Agung di Bukit Zaitun tersebut. Sehingga tidak ada siapapun yang dengan mengatasnamakan kepentingan umum maupun negara terus menerus berusaha untuk memisahkan Orang Papua Asli dari tanah dan sumber daya alam yang terkandung di dalam Tanah Negeri Papua ini. Hal tersebut saat ini tersirat pula secara jelas di dalam Pengakuan Iman GKI Di Tanah Papua. GKI Di Tanah Papua memiliki posisi tawar penting dan strategis di dunia dalam melindungi Umat Tuhan berikut Tanah dan sumber daya alamnya.”Tutup Warinussy.













