”Kondisi ini memang menjadi tantangan hampir di seluruh desa. Ada mandat dari pusat yang harus dipenuhi sehingga anggaran daerah terserap ke sana,” ujar Sukur yang juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro.
Meski terjadi penyusutan anggaran tahun ini, legislator yang akrab disapa Mas Sukur ini mengingatkan bahwa pada periode 2024 hingga 2025, Bojonegoro telah berhasil mengelola perputaran dana desa hingga ratusan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan perbaikan infrastruktur di Desa Bangilan melalui sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Sukur berharap masyarakat terus mendukung langkah-langkah strategis yang diambil agar program Bupati dan Wakil Bupati terpilih dapat menyentuh kepentingan rakyat secara langsung.
”Selama tujuannya adalah perbaikan fasilitas umum di Bangilan, insya Allah saya akan terus mengawal dan membantu Bapak-Ibu sekalian,” pungkasnya.(red/sy)













