Ads
Politik

Reses DPRD Bojonegoro: Ahmad Suyono Dorong Petani Mandiri Lewat Inovasi Biosaka dan N-Level 1

syailendraachmad51
×

Reses DPRD Bojonegoro: Ahmad Suyono Dorong Petani Mandiri Lewat Inovasi Biosaka dan N-Level 1

Sebarkan artikel ini
Desaintanpajudul 20260204 164933 0000 copy 512x343

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Suyono, menunjukkan komitmen nyata dalam agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2026.

Alih-alih hanya melakukan pertemuan formal, legislator ini memilih terjun langsung ke pematang sawah untuk memberikan edukasi praktis mengenai inovasi pertanian kepada kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

​Dengan mengusung slogan besar “Bertani Bahagia, Petani Sejahtera”, Ahmad Suyono berupaya mengubah paradigma pertanian konvensional menjadi lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.

​Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif pada Rabu (04/02/2026), Ahmad Suyono memperkenalkan kombinasi penggunaan Biosaka dan N-Level 1.

Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas keresahan petani terkait dinamika biaya pupuk dan sarana produksi yang kian mencekik.

​”Dengan menggunakan N-Level 1 dan Biosaka, kita bisa menekan biaya produksi bertani secara signifikan,” ujar Ahmad Suyono di sela-sela pelatihan.

Beliau menegaskan bahwa efisiensi modal bukanlah penghalang untuk mencapai panen yang berkualitas.

“Kita tekan biaya produksi, tapi hasilnya tetap harus berlimpah,” tambahnya dengan nada optimis.

​Edukasi Praktis: Dari Alam Kembali ke Alam
​Materi utama yang menjadi sorotan adalah pembuatan Biosaka—sebuah elisitor berbahan dasar rumput atau tanaman sehat yang tersedia melimpah di sekitar lahan.

Para petani diajarkan secara mendalam mengenai:

​Seleksi Bahan: Memilih rumput berkualitas yang memiliki daya tahan tinggi dan bebas hama.

​Proses Alami: Teknik meremas bahan secara manual di dalam air hingga menyatu secara homogen tanpa bantuan mesin, guna menjaga efektivitas elisitor.

​Aplikasi Lapangan: Cara penyemprotan yang tepat untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara optimal.

​”Politik bukan hanya soal kursi, tapi bagaimana tindakan nyata kita membawa kesejahteraan bagi masyarakat bawah, khususnya petani yang merupakan tulang punggung ekonomi kita,” tegas Suyono.

​Filosofi “Bertani Bahagia” yang diusung Suyono menitikberatkan pada ketenangan batin petani. Menurutnya, petani yang bahagia adalah mereka yang mampu berproduksi tanpa bayang-bayang utang modal yang tinggi.

​Langkah ini mendapat sambutan hangat dari pengurus Gapoktan setempat. Mereka berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan di Bojonegoro melalui metode yang berkelanjutan (sustainable).

​Melalui aksi nyata ini, Ahmad Suyono membuktikan bahwa peran legislator tidak hanya terbatas pada meja rapat dewan, tetapi juga menjadi pendamping setia petani dalam berinovasi demi kesejahteraan bersama.(red/sy)