Dia menyoroti maraknya penyebaran berita palsu dan provokasi digital yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Bijak bermedia sosial menjadi langkah penting menjaga lingkungan tetap kondusif,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PJI Kabupaten Lamongan, Handoyo menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah desa dan media.
Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga memiliki peran edukasi, literasi, dan penguatan transparansi publik dalam pembangunan desa.
Dirinya menjelaskan, media dapat menjadi sarana pendidikan masyarakat melalui pemberitaan yang mencerdaskan sekaligus menjadi jembatan informasi terkait potensi dan program desa.
Di tengah derasnya arus hoaks di media sosial, keberadaan media arus utama dinilai semakin penting dalam membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.
“Ketika pemerintah desa dan media berjalan bersama, maka transparansi akan tumbuh, kepercayaan masyarakat meningkat, dan pembangunan desa bisa berjalan lebih baik,” terang Handoyo.
Tak hanya berdiskusi soal teori komunikasi publik, peserta juga mendapat pembekalan tentang cara menghadapi wartawan secara profesional dan komunikatif.
Mulai dari pentingnya menyambut jurnalis dengan sikap terbuka, memahami arah wawancara, menentukan juru bicara yang tepat, hingga menyiapkan data pendukung yang valid agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan terpercaya.
Melalui kegiatan Sambang Desa ini, PJI Lamongan berharap hubungan antara pemerintah desa dan media semakin harmonis sehingga keduanya dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan desa yang maju, transparan, dan dekat dengan masyarakat. (red/*)













