Ads
NasionalRegional

Kian Rapuhnya Pilar Keempat Demokrasi, Bangkitlah Media!

syailendraachmad51
×

Kian Rapuhnya Pilar Keempat Demokrasi, Bangkitlah Media!

Sebarkan artikel ini
IMG 20260520 WA0224

Kian Rapuhnya Pilar Keempat Demokrasi, Bangkitlah Media!

Oleh: Kustaji, Ketua SMSI Bojonegoro

BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Demokrasi Indonesia berdiri di atas empat pilar, yakni eksekutif, legislatif, yudikatif dan pers. Tiga pilar pertama punya gedung, anggaran dan wewenang.

Pilar keempat hanya punya satu modal yaitu kepercayaan publik. Modal itu kini terus saja menipis.

Tekanan datang dari dua arah. Dari eksternal, industri media ambruk dihantam algoritma dan runtuhnya iklan konvensional. Banyak redaksi lokal tutup.

Yang bertahan sering hidup dari advertorial dan rilis yang disalin mentah. Ketika pemasukan bergantung pada sponsorship, independensi jadi barang mahal.

Dari dalam, disiplin jurnalisme makin terkikis. Kecepatan mengalahkan akurasi.

Judul memancing klik lebih penting daripada konteks.

Opini disajikan sebagai fakta.

Akibatnya, publik sulit membedakan berita, propaganda dan hiburan. Kepercayaan publik pun runtuh.

Padahal tanpa pers yang kuat, demokrasi hanya jadi monolog kekuasaan.

Bayangkan rapat anggaran tanpa liputan, proyek tanpa kritik, kebijakan tanpa audit publik.

Yang tersisa hanya narasi tunggal. Itu bukan demokrasi, itu manajemen citra.

Pilar keempat berfungsi sebagai mekanisme koreksi.

Saat eksekutif keliru, pers bertanya. Saat legislatif lengah, pers membangunkan. Saat yudikatif luput, pers mencatat.

Tanpa itu, akuntabilitas berhenti di ruang tertutup!.

Menyeru “bangkitlah media” bukan berarti kembali ke romantisme masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *