Ia juga menyoroti bahwa pernikahan dini menjadi salah satu penyebab kemiskinan, sehingga perlu adanya upaya pencegahan dan edukasi.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu warga, Mujianto dari Desa Kalicilik, bertanya tentang kemungkinan biasiswa untuk S2 atau S3.
“Serta apakah bantuan gayatri dapat diganti dengan domba,” tanyanya.

Natasha Devianti menjawab bahwa aspirasi tersebut akan diperjuangkan dan dipertimbangkan dalam penyusunan program dan anggaran tahun mendatang.
“Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka, sehingga dapat diperjuangkan oleh wakil rakyat,” ujar Natasha Devianti.
Kegiatan reses ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. Dengan komitmen dan kerja keras bersama, Bojonegoro dapat menjadi lebih sejahtera dan maju.(sy)













