BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengevaluasi realisasi anggaran Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) tahun 2025. Rabu (11/02/26).
Rapat yang dipimpin oleh Imam Solikin ini menyoroti rendahnya capaian fisik dan keuangan pada sejumlah proyek strategis daerah yang dinilai belum optimal.
Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmi Elizabeth, memaparkan bahwa untuk kategori pembangunan tertentu dengan pagu anggaran Rp16 miliar, realisasi baru mencapai 3,57 persen, sehingga menyisakan dana sekitar Rp15 miliar.
Kondisi serupa terjadi pada proyek perkuatan tebing, termasuk di wilayah Rondo Mori dan Sarirejo. Dari pagu sebesar Rp56 miliar, realisasi hanya menyentuh angka 30 persen, menyisakan anggaran sekitar Rp39 miliar yang belum terserap.
Pihak Dinas PU SDA mengungkapkan bahwa terdapat 18 paket pekerjaan tahun 2025 yang belum rampung. Kendala utama di lapangan meliputi hambatan teknis dan sulitnya akses masuk material.
Beberapa pemilik lahan dilaporkan menolak menyewakan lahan mereka untuk akses proyek karena masih dalam masa tanam padi.
Terkait pembangunan Bendung Karangnongko yang memiliki pagu Rp25 miliar, realisasi saat ini berada di angka 46 persen atau menyisakan sekitar Rp13 miliar.













