BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro kini tengah berada di bawah pengawasan ketat.
Program unggulan yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas kesehatan pelajar ini menuai kritik tajam dari para orang tua siswa dan warga di media sosial.
Sorotan utama publik tertuju pada kualitas menu yang dinilai kurang variatif dan dianggap belum memenuhi ekspektasi gizi yang layak, terutama selama masa pelaksanaan di bulan Ramadhan.
Menanggapi keresahan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat adanya penurunan standar kualitas makanan bagi generasi penerus Bojonegoro.
Ahmad Supriyanto menyatakan bahwa dinamika harga pasar maupun tantangan logistik selama bulan suci tidak boleh menjadi pembenaran atas sajian makanan yang alakadarnya.
Ketua Komisi C ini juga menekankan bahwa hak anak-anak untuk mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang adalah prioritas utama yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah melalui penyedia layanan.
”Kami sangat memahami dinamika harga pangan saat ini, namun hak gizi anak-anak Bojonegoro adalah prioritas yang tidak boleh dikalahkan oleh kendala teknis,” ujar Ahmad Supriyanto secara tegas, Selasa (24/2/2026).
Sebagai langkah nyata, Komisi C DPRD akan segera mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengurai hambatan distribusi.













