Awak media transisinews.com juga coba menghubungi Camat yang mendapatkan inventaris mobdin tersebut melalui chat pada whatsapp.
Camat tersebut tidak mengakui perihal kejadian tersebut, dan mengatakan bahwa mobil berada di rumah dan saya lagi ibadah.
“Gak bener mas, mobil ada di rumah dan saya lagi ibadah umroh, ngapunten”, Sanggahnya saat di konfirmasi awak media kami. Minggu (6/4/2025) pukul. 17.39 WIB.
Salah satu pejabat lingkup kecamatan Mr.x ( tidak mau disebut) menyampaikan bahwa penjelasan Camat tersebut salah mas, saya masih ketemu beliau saat lebaran kemarin dan jika ibadah umroh harusnya sudah di ajukan bulan sebelumnya.
“Wah kemarin pas lebaran masih bertemu, tiba-tiba umroh gak mungkin, izin atau cutinya saja gak ada,” Ucapnya saat ditelepon melalui sambungan whatsapp.
Masih menjadi pertanyaan di masyarakat,?? apa yang sebenarnya terjadi,?? Bagaimana pemerintahan memberi contoh kepada masyarakat nya??
Semoga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat bijaksana dalam menangani kasus ini, agar dapat menjadi contoh baik bagi seluruh kalangan masyarakat dan mampu menjadikan Bojonegoro semakin Makmur dan membanggakan. (sy/red)













