”Saya mengetuk kepedulian para kader PKK untuk menjadi agen perubahan. Mari kita data, kenali, dan bantu anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan. Jangan sampai ada generasi muda di Bojonegoro yang terenggut masa depannya hanya karena tidak mendapat kesempatan bersekolah,” cetus Cantika dengan nada tegas.
Agenda pembinaan ini berjalan dalam suasana komunikatif dan sarat kebersamaan.
Selain melakukan evaluasi pembukuan administrasi, TP PKK Kabupaten Bojonegoro turut menyalurkan paket bantuan sosial bagi para lansia, ibu hamil, serta ibu menyusui sebagai wujud kepedulian sosial.
Purnatugas dari balai desa, Cantika Wahono bersama rombongan langsung bergeser meninjau beberapa titik sarana publik di Desa Sembunglor.
Lokasi pertama yang disambangi adalah TK Dharma Wanita dan SD Negeri Sembunglor guna memantau langsung iklim pendidikan di tingkat desa.
Rombongan kemudian bergerak meninjau sektor ketahanan pangan ekonomi kreatif, yakni peternakan ayam petelur milik Leginah.
Usaha mikro ini merupakan bagian dari program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), sebuah program stimulan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang tengah digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Aksi blusukan ini kemudian dipungkasi dengan kunjungan humanis ke kediaman Sutinah, seorang lansia sebatang kara di Desa Sembunglor, guna memberikan dukungan moril serta bantuan langsung.
Melalui rangkaian program komprehensif ini, TP PKK Bojonegoro berharap eksistensi kader di tingkat desa semakin solid dalam membentengi ketahanan keluarga demi mencetak generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan kompetitif.(red/Pim)













