Wabup Bojonegoro ini juga menekankan agar para sarjana baru tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang (job creator) melalui inovasi dan kreativitas.
”Dunia kampus sangat berbeda dengan dunia kerja. Jangan terlena dengan capaian akademik, segera beradaptasi dengan realitas lapangan dan jadikan tantangan teknologi sebagai peluang,” tegasnya.
Dalam konteks lokal, Nurul menyoroti sektor pertanian Bojonegoro yang rentan terhadap musim kering ekstrem.
Wabup menantang para lulusan untuk menghadirkan solusi inovatif dalam pengembangan pola tanam yang adaptif.
Selain itu, ia juga menitipkan pesan terkait literasi digital.
Di tengah derasnya arus informasi, para sarjana dituntut lebih bijak menggunakan media sosial dan mampu memilah informasi guna menangkal hoaks.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen terus mendukung peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pelatihan keterampilan di dinas terkait.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu menekan angka pengangguran di daerah.
Menutup arahannya, Wabup berpesan agar para lulusan tidak melupakan etika dan bakti kepada orang tua.
“Jangan pernah lupakan jasa orang tua. Apa yang diraih hari ini adalah hasil dari doa dan pengorbanan mereka,” pungkasnya.(red)













