BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro tengah mematangkan langkah strategis untuk meningkatkan status sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi fasilitas rawat inap.
Salah satu yang menjadi prioritas adalah Puskesmas Tanjungharjo yang kini sedang dalam proses transisi ke lokasi baru.
Sekretaris Dinas Kesehatan Bojonegoro, Dwi Setyorini, S.KM., MHSM, mengungkapkan bahwa dari total 35 Puskesmas di Bojonegoro, saat ini 26 di antaranya sudah berstatus rawat inap, sementara 9 lainnya masih rawat jalan.
”Untuk Tanjungharjo sudah kami siapkan di lokasi yang baru untuk rawat inap. Namun, saat ini operasional penuh masih terkendala izin karena status tanah sebagian masih masuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Kami sedang berproses mengubah status tersebut melalui Feasibility Study (FS) yang selesai di awal 2026 ini,” ujar Dwi Setyorini dalam rapat koordinasi bersama Komisi B DPRD Bojonegoro. Selasa (05/05/2026).

Selain Tanjungharjo, Puskesmas Ngraho yang baru selesai dibangun pada akhir 2025 juga tengah disiapkan untuk beroperasi.
Meski izin operasional masih diproses, layanan darurat seperti IGD dan persalinan di lokasi baru tetap dibuka demi melayani kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Setyorini juga menyoroti tantangan dalam mengubah paradigma masyarakat terkait program Cek Kesehatan Komprehensif (CKK).













