BOJONEGORO ||TRANSISINEWS– Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, memberikan apresiasi sekaligus catatan strategis dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo di Auditorium Selasih, Kamis (12/3/2026).
Dalam sambutannya, Umar menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk memastikan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam postur APBD Kabupaten Bojonegoro.
Abdullah Umar menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan instrumen krusial bagi rumah sakit sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Menurutnya, forum ini menjadi cermin transparansi dan akuntabilitas manajemen rumah sakit dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.
”Kami di jajaran legislatif, khususnya melalui Komisi B, Komisi C, dan Badan Anggaran, selalu menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama. Dukungan anggaran kami berikan agar RSUD Sosodoro memiliki kemandirian dalam penyediaan alat kesehatan mutakhir, sehingga warga Bojonegoro tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota untuk mendapatkan penanganan medis spesialis,” tegasnya.
Terkait paparan Direktur RSUD mengenai ketersediaan 500 tempat tidur serta penambahan fasilitas mesin hemodialisa, layanan jantung, dan stroke, Umar mengingatkan agar setiap alokasi anggaran berbanding lurus dengan kemudahan akses masyarakat.
Umar menekankan agar tidak ada lagi warga yang mengalami kendala birokrasi atau kesulitan mendapatkan kamar, terutama dalam kondisi darurat.
”Investasi besar pada alat kesehatan harus dibarengi dengan investasi pada sumber daya manusia. Kami mencatat adanya penambahan dokter sub-spesialis yang signifikan, namun pesan kami tetap satu: Hospitality. Seluruh tenaga medis dan non-medis harus melayani dengan hati dan meningkatkan responsivitas terhadap keluhan pasien,” tambahnya.
Selain aspek pelayanan langsung, Umar juga menyoroti transformasi digital yang tengah dijalankan pihak rumah sakit.
Ia meminta manajemen untuk terus mengevaluasi sistem pendaftaran online agar benar-benar memberikan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum terbiasa dengan teknologi.
Ketua DPRD juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan aset daerah agar masa pakai alat kesehatan yang telah dibeli dengan anggaran besar dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat.
Ia menyatakan bahwa DPRD Bojonegoro akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar seluruh program kesehatan terealisasi 100 persen.
”Masukan dari masyarakat dalam forum ini adalah vitamin bagi kami di DPRD untuk terus melakukan evaluasi. Kita semua ingin RSUD Sosodoro menjadi role model pelayanan publik di Jawa Timur yang unggul secara fasilitas dan luar biasa secara pelayanan,” pungkasnya.
Kegiatan FKP ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara masyarakat sebagai pengguna layanan dan RSUD sebagai penyedia, guna mewujudkan visi Bojonegoro yang lebih sehat dan sejahtera.(red)













