Ads
Pemerintahan

Hari Anak Nasional ke 40, Ini Pesan Pj Bupati Bojonegoro 

syailendraachmad51
×

Hari Anak Nasional ke 40, Ini Pesan Pj Bupati Bojonegoro 

Sebarkan artikel ini
Img 20240803 Wa0033 1

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS – Hari Anak Nasional ke 40 Tahun 2024 kali ini dimeriahkan dengan lomba mewarnai siswa SLB SD-SMP baik negeri maupun swasta se Kabupaten Bojonegoro, kegiatan yang berlangsung atas kerjasama Dinas P3A dan KB, musyawarah kepala sekolah pendidikan luar biasa Kabupaten Bojonegoro dan SLB Putra Harapan, dilaksanakan di SLB Putra Harapan Pada Sabtu (03/8/2024).

 

Kepala Dinas P3A dan KB Heru Sugiharto menyampaikan dalam rangka Hari Anak Nasional yang mengambil tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” kali ini merupakan momentum penting untuk mengkampanyekan pemenuhan hak anak atas hak hidup tumbuh dan berkembang, berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat, secara kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

 

Peserta lomba adalah siswa perwakilan dari SLB SD-SMP se Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah 52 anak.

 

Pj Bupati Adriyanto dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada orang tua, guru dan pendamping anak anak berkebutuhan khusus ini atas dedikasi dan kesabarannya dalam membersamai anak didik dengan metode belajar yang tidak mudah pastinya.

 

“Anak adalah tanggungjawab kita bersama, ini tentunya tidak lepas dari peran orang tua. Mudah mudahan dengan Hari Anak Nasional tahun ini kita bisa melaksanakan tugas kita dengan baik. Baik sebagai orang tua dan pendidik yang berkewajiban untuk membesarkan dan memberikan pendidikan. Dan kami sebagai pemerintah bisa memastikan kesehatan, kesejahteraan, bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak anak calon penerus bangsa ini,” tuturnya.

 

Seperti, lanjut Adriyanto, yang selama ini dilakukan pemkab Bojonegoro dimana selalu mengikutsertakan perwakilan dari Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) untuk menyuarakan atau ikut serta berperan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Bojonegoro yang biasa disebut dengan inklusifitas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *