”Yang paling tepat menjadi pengurus adalah sahabat-sahabat Fatayat. Selain terbiasa berorganisasi dan memahami laporan pertanggungjawaban, perempuan juga dikenal telaten dalam mengelola usaha,” tegasnya.
Lebih lanjut, Farida menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan membentuk ekosistem ekonomi yang saling terhubung antarwilayah.
Produk UMKM unggulan dari satu desa nantinya dapat dipasarkan secara luas melalui jaringan distribusi koperasi di desa-desa lain.
”Jika produk UMKM dikelola dalam satu jaringan, permintaannya akan meningkat. Ini peluang besar bagi perempuan desa untuk mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
Dalam arahannya, Sekretaris PP Fatayat NU ini juga menginstruksikan para Ketua Ranting untuk segera bersinergi dengan pemerintah desa masing-masing.
Ia berharap para kader tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif sebagai anggota maupun pengurus inti demi memastikan keberhasilan program tersebut.
Farida optimis, dengan keterlibatan aktif perempuan dalam Koperasi Desa Merah Putih, pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput akan semakin inklusif dan mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional.(red)













