Pada momentum kunjungan Presiden ini, sebanyak 166 SPPG yang tersebar di 24 Polda jajaran diresmikan secara serentak.
Peresmian tersebut terhubung secara daring dari wilayah masing-masing dengan dukungan dari Forkopimda, Bhayangkari, relawan, serta tenaga ahli gizi lapangan.
Untuk menjamin kualitas, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi.
Fasilitas ini didukung oleh sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, jaminan halal, hingga standar internasional.
Selain itu, digunakan pula inovasi operasional berupa Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk layanan skala besar.
Ekosistem program ini diperkuat melalui pembangunan infrastruktur ketahanan pangan berbasis gudang sentral, greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok, serta kemitraan lokal.
Hingga saat ini, telah berdiri 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda, dan direncanakan penambahan 10 gudang baru sepanjang tahun 2026 demi menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Selain agenda peresmian SPPG, Presiden RI dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan baru untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir.(red)













