SURABAYA||TRANSISINEWS – Kisah perjuangan panjang yang sarat akan ketekunan dan bakti dari Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, terangkum dalam buku biografi berjudul “Langkah Sunyi Menuju Puncak”.
Bedah buku ini digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Kamis (16/4), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus HUT ke-80 PWI.
Acara yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh tokoh lintas sektor, mulai dari jurnalis senior, akademisi, hingga politikus.
Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, selaku moderator menekankan bahwa pencapaian Munir sebagai Direktur Utama LKBN Antara sekaligus Ketua PWI Pusat merupakan bukti bahwa wartawan daerah mampu bertransformasi menjadi tokoh nasional.
Penulis biografi, Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa isi buku ini merupakan hasil riset mendalam mengenai perjalanan Munir yang tumbuh dalam keterbatasan.
Dibesarkan oleh seorang ibu yang berprofesi sebagai penjahit, Munir memulai kariernya dari level paling bawah.
”Kesuksesan saya tidak instan, namun merangkak mulai dari nol. Langkah sunyi inilah yang saya berupaya tuangkan dalam buku ini,” ujar Akhmad Munir.
Perjalanan tersebut dimulai saat ia menjadi pembantu kontributor Antara di Sumenep, Madura, hingga akhirnya memimpin organisasi wartawan terbesar di Indonesia.
Salah satu momen menyentuh dalam diskusi tersebut adalah saat Munir mengenang masa kuliahnya di FISIP Universitas Jember (UNEJ).
Pada semester tujuh, ia sempat terancam putus sekolah karena kendala biaya. Kondisi tersebut memicunya untuk mulai rajin menulis di berbagai surat kabar demi membiayai pendidikannya secara mandiri.
”Mulai dari titik itu, saya mengabdikan diri untuk memuliakan ibu saya. Seluruh kesuksesan saya tak lepas dari doa beliau,” kenang Munir emosional.
Munir juga membagikan resep suksesnya kepada jurnalis muda, yakni menjaga ketekunan, integritas untuk selalu berbuat baik, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi sebagai tameng keberhasilan.
Akademisi Universitas Airlangga, Suko Widodo, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terkait minimnya minat mahasiswa saat ini untuk terjun ke dunia jurnalistik.
Ia meyakini buku ini dapat menjadi oase dan panduan bahwa menjadi wartawan yang kredibel harus dimulai dengan menata perilaku, rajin membaca, dan aktif berorganisasi.
Tokoh media, Himawan, menambahkan bahwa kedekatan Munir dengan sang ibu merupakan kunci spiritual menuju puncak keberhasilan.
Himawan berharap buku ini menjadi inspirasi bagi 25 ribu anggota PWI di seluruh Indonesia untuk tetap berpegang pada nilai-nilai luhur profesi.
Acara ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan buku dari Akhmad Munir kepada Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, sebagai representasi regenerasi kepemimpinan dan semangat jurnalistik yang berkelanjutan.(red)













