Para petani diajarkan secara mendalam mengenai:
Seleksi Bahan: Memilih rumput berkualitas yang memiliki daya tahan tinggi dan bebas hama.
Proses Alami: Teknik meremas bahan secara manual di dalam air hingga menyatu secara homogen tanpa bantuan mesin, guna menjaga efektivitas elisitor.
Aplikasi Lapangan: Cara penyemprotan yang tepat untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara optimal.
”Politik bukan hanya soal kursi, tapi bagaimana tindakan nyata kita membawa kesejahteraan bagi masyarakat bawah, khususnya petani yang merupakan tulang punggung ekonomi kita,” tegas Suyono.
Filosofi “Bertani Bahagia” yang diusung Suyono menitikberatkan pada ketenangan batin petani. Menurutnya, petani yang bahagia adalah mereka yang mampu berproduksi tanpa bayang-bayang utang modal yang tinggi.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dari pengurus Gapoktan setempat. Mereka berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan di Bojonegoro melalui metode yang berkelanjutan (sustainable).
Melalui aksi nyata ini, Ahmad Suyono membuktikan bahwa peran legislator tidak hanya terbatas pada meja rapat dewan, tetapi juga menjadi pendamping setia petani dalam berinovasi demi kesejahteraan bersama.(red/sy)













