BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berhasil menunjukkan hasil konkret dalam percepatan penurunan stunting. Berdasarkan Penilaian Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Bojonegoro menduduki peringkat ke-9 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, naik dari peringkat ke-27 pada tahun sebelumnya.
Skor kinerja juga meningkat dari 109 menjadi 129 poin.
Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Pemkab Bojonegoro melakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting, kurang gizi, balita gizi buruk, dan ibu hamil kurang energi kronis, serta pemberian tablet tambah darah pada remaja putri untuk menyiapkan calon ibu yang sehat.
Sementara itu, intervensi sensitif dilakukan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti:
– DP3AKB melakukan pencegahan dengan KB pada pasangan usia subur risiko tinggi dan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader, nakes, dan PKK untuk mendampingi keluarga berisiko stunting.













