BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam membentengi generasi muda dari ancaman barang haram.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang menyasar ratusan pelajar di SMKN 1 Bojonegoro, Kamis (21/5/2026).
Menariknya, aksi edukasi ini tidak berjalan sendiri. Pemkab Bojonegoro mengombinasikannya dengan program jemput bola berupa pelayanan perekaman e-KTP langsung di lokasi sekolah bagi para siswa yang telah memasuki usia wajib memiliki kartu identitas.
Agenda strategis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Heri Widodo, Ketua Harian Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro Budi Irawanto, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini diarsiteki untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada kaum pencari ilmu di tingkat SMA/SMK mengenai dampak destruktif penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza).
Menurut Ninik, proteksi dan pembinaan intensif terhadap siber generasi muda merupakan investasi krusial dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda adalah aset dan harapan terbesar bangsa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membangun benteng kesadaran sejak dini. Kita ingin para pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter mental yang kuat serta pemahaman yang kokoh akan bahaya laten narkoba,” ujar Ninik Susmiati.
Senada, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam arahannya membakar semangat para siswa agar tetap fokus di jalur prestasi demi mengejar cita-cita.
Ia mewanti-wanti agar tidak ada satu pun pelajar yang tergiur atau terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkoba yang dapat menghancurkan masa depan dalam sekejap.
“Kesuksesan itu tidak pernah datang secara instan, melainkan dirajut melalui sebuah proses panjang. Kuncinya adalah tekun belajar, taat berdoa, konsisten berusaha, dan yang paling utama meminta restu orang tua. Jangan pernah menukar masa depan yang cerah dengan pengaruh merusak seperti narkoba,” tegas Nurul Azizah di hadapan para audiens.
Wabup menambahkan, Pemkab Bojonegoro menaruh perhatian besar agar lini muda daerah dipersiapkan menjadi motor penggerak pembangunan yang sehat, tangguh, berintegritas, dan bersih dari narkotika.
Di tempat yang sama, Ketua Harian Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro, Budi Irawanto, memperdalam materi dengan memberikan edukasi hukum serta medis.
Budi menggarisbawahi pentingnya pemahaman masyarakat bahwa pemanfaatan zat-zat tertentu di bawah payung narkotika murni hanya diperbolehkan untuk kepentingan dunia medis, itu pun wajib di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan dan resep dokter yang legal.
Di sisi lain, integrasi layanan perekaman e-KTP di dalam sekolah disambut antusias. Program kolaboratif bersama Disdukcapil ini dinilai sangat efektif memotong rantai birokrasi, sehingga pelajar yang genap berusia 17 tahun bisa langsung mengurus dokumen kependudukan mereka tanpa perlu mengorbankan waktu belajar untuk datang ke kantor dinas.
Melalui gebrakan lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap angka kesadaran protektif remaja terhadap narkoba semakin meningkat tajam, sekaligus pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi pemula dapat terpenuhi secara cepat dan merata.(red/pim)













