Menurutnya, tantangan zaman saat ini jauh berbeda, transformasi digital berkembang sangat cepat dan menuntut seluruh elemen bangsa untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas nasional.
“Kita harus mampu menjawab tantangan era digital dengan tetap menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Dirinya juga menilai peringatan Harkitnas 2026 menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan Boedi Oetomo dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, pelayanan publik hingga pembangunan daerah.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional, Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen mengawal berbagai program strategis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus pembangunan diarahkan pada pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, hingga penguatan konektivitas dan infrastruktur wilayah.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta meningkatkan ketahanan pangan daerah sebagai langkah menghadapi tantangan masa depan.
“Pelayanan kesehatan yang prima dan penguatan sektor ketahanan pangan menjadi fokus utama yang terus kami optimalkan,” pungkas Wabup Bojonegoro Nurul Azizah. (red/pim)













