Menambahkan penjelasan teknis, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menegaskan, pencairan stimulus finansial ini mengacu pada legalitas formal Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/412.013/2026 tertanggal 8 Mei 2026.
Dinsos membagi klaster penyaluran ke dalam dua titik sentral pabrik. Gelombang pertama telah sukses dieksekusi di MPS Padangan pada 13 Mei 2026, disusul gelombang kedua di MPS Dander pada hari ini.
“Secara akumulatif, total anggaran yang berhasil didistribusikan ke rekening 15.925 buruh rokok se-Kabupaten Bojonegoro pada musim pencairan kali ini menyentuh Rp12,74 miliar,” jelas Agus.
Rasa syukur dan antusiasme tinggi terpancar jelas dari raut wajah para buruh rokok yang menerima langsung pencairan dana tunai tersebut.

Salah satunya diungkapkan oleh Trisna Indrawati, buruh pelinting asal Kecamatan Kapas yang bekerja di PT Kareb Alam Sejahtera (PT KAS).
Meskipun terdapat penyesuaian nominal pada tahun ini, Trisna mengaku stimulus finansial dari Pemkab Bojonegoro tersebut dirasa sangat tepat momentum dan sangat meringankan beban dapur keluarga.
”Alhamdulillah, rasanya sangat senang dan bantuan ini sangat membantu. Rencananya uang bansos BLT ini mau saya pakai untuk membayar biaya sekolah anak,” ungkap Trisna dengan penuh binar kebahagiaan.
Perempuan yang baru satu tahun menggeluti profesi di industri tembakau ini mengaku tidak menyangka bisa ikut terkaver dalam basis data penerima manfaat secepat ini.
Baginya, kinerja dan perhatian jajaran pemerintah daerah di bawah kepemimpinan saat ini patut diacungi jempol karena nyata berpihak pada kesejahteraan wong cilik.
”Kesannya untuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tentu sangat membanggakan. Semoga ke depan Pemkab bisa semakin berinovasi, lebih maju, dan kebijakannya terus berpihak kepada nasib para buruh pabrik,” pungkasnya sembari melempar senyum optimis.(red)













