Peserta diajak mendalami teknik penentuan tujuan branding (goal branding), pemilihan kata kunci yang efektif, serta praktik langsung menulis berita berdasarkan kegiatan madrasah.
Kustaji yang juga pengajar di Universitas Bojonegoro ini menekankan bahwa setiap aktivitas positif di madrasah adalah aset informasi.
“Setiap kegiatan baik harus dikemas menjadi berita yang menarik. Peran guru dan humas sangat vital sebagai penyampai informasi positif agar dampak madrasah bagi masyarakat semakin luas,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah Aliyah, Said Edi Wibowo, memberikan penguatan mengenai etika jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa produk informasi yang dihasilkan madrasah memiliki nilai lebih, yakni sebagai sarana edukasi dan dakwah.
Namun, ia mengingatkan agar aspek akurasi dan kepatuhan terhadap regulasi pendidikan tetap dijaga.
“Produk jurnalistik madrasah harus menjadi penyampai informasi yang benar. Kontennya harus akurat dan tetap berada dalam koridor aturan pendidikan,” tegas Said.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tim humas MAN 3 dan MAN 5 Bojonegoro mampu memproduksi konten berkualitas secara konsisten untuk membangun citra madrasah yang unggul dan informatif bagi masyarakat Bojonegoro.(red)













