BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masukan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Selasih, Kamis (12/3/2026), menjadi wadah transparansi antara penyelenggara layanan dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Bojonegoro.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono beserta jajaran Asisten dan Staf Ahli Bupati Bojonegoro, Ketua DPRD Bojonegoro, Ketua Komisi B DPRD, Ketua Komisi C DPRD, perwakilan BPJS Kesehatan, Kantor Kementerian Agama, hingga tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan seperti PD Muhammadiyah dan PCNU.
Forum ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pelayanan di RSUD milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tersebut.
Direktur RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Ani Pujiningrum, M.Kes., dalam laporannya menjelaskan bahwa FKP merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Menurutnya, rumah sakit harus terus beradaptasi dengan kebutuhan dinamis masyarakat agar tercipta layanan yang akuntabel dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Kami menyelenggarakan forum ini sebagai wahana komunikasi untuk menjaring aspirasi tentang pelayanan apa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami memohon saran dan masukan demi peningkatan pelayanan kesehatan yang membanggakan bagi warga Bojonegoro,” ujar dr. Ani.
Dalam pemaparannya, dr. Ani merinci bahwa RSUD Sosodoro kini memiliki fasilitas yang sangat memadai dengan kapasitas 500 tempat tidur yang tersebar dari kelas VVIP hingga Kelas 3.
Dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit ini diperkuat oleh 1.093 pegawai, termasuk 54 dokter spesialis dan 5 dokter sub-spesialis yang mencakup bidang Bedah Digestif, Onkologi, Urologi, hingga Neurologi Intervensi.
RSUD Sosodoro juga telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk layanan prioritas KJSU, yakni Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro.
Di sektor layanan jantung, rumah sakit sudah memiliki Gedung Jantung Terpadu yang dilengkapi fasilitas Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi) untuk tindakan intervensi seperti pasang ring jantung tanpa perlu dirujuk ke luar kota.
Untuk layanan stroke, RSUD Sosodoro memiliki tim respons cepat dan unit stroke yang mampu melakukan tindakan intervensi neurologi pada kasus penyumbatan akut.
Sementara pada layanan kanker, fasilitas onkologi kini telah tersedia secara komprehensif, mulai dari bedah hingga kemoterapi, dengan rencana pengembangan unit radioterapi di masa mendatang.
“Sesuai visi ‘Terwujudnya Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan’, kami terus melakukan transformasi, termasuk di bidang digital. Pendaftaran online dan integrasi data rekam medis melalui platform SatuSehat nasional terus kami optimalkan untuk mengurangi antrean di rumah sakit,” tambahnya.
Atas komitmen dalam menjaga standar mutu, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo berhasil mempertahankan status Akreditasi Paripurna, yang merupakan tingkat kelulusan tertinggi bagi rumah sakit di Indonesia.
Penyelenggaraan FKP ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik serta menjadi energi bagi jajaran manajemen untuk terus berinovasi dalam pemenuhan alat kesehatan canggih dan penambahan tenaga medis ahli di Bumi Angling Dharma.(red)













