BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1447 H, MAN 3 Bojonegoro dan MAN 5 Bojonegoro menggelar Pelatihan Jurnalistik Kehumasan di Aula MAN 5 Bojonegoro, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis berita para guru dan tim humas guna memperkuat citra lembaga (school branding).
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Drs. H. Khoirussalim, M.Pd.I, yang menjabat sebagai Kepala MAN 3 Bojonegoro sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MAN 5 Bojonegoro.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya publikasi yang efektif di era digital saat ini.
Khoirussalim berharap pelatihan ini menjadi sarana bagi tim humas untuk menambah ilmu (tholabul ilmi) sekaligus meningkatkan kualitas diri dalam mengemas informasi.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik yang mumpuni akan mempermudah penyampaian prestasi dan program unggulan madrasah kepada masyarakat luas.
“Kami berharap Humas MAN 3 dan MAN 5 Bojonegoro mampu mengemas informasi secara menarik sehingga berbagai program dan prestasi madrasah dapat lebih dikenal masyarakat melalui pemberitaan yang baik,” ujar Khoirussalim.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Kustaji, SE, MM, seorang jurnalis senior sekaligus Pemimpin Redaksi kabarpasti.com. Kustaji memaparkan materi komprehensif mulai dari unsur-unsur berita hingga struktur penulisan yang tepat untuk kebutuhan publikasi sekolah.
Peserta diajak mendalami teknik penentuan tujuan branding (goal branding), pemilihan kata kunci yang efektif, serta praktik langsung menulis berita berdasarkan kegiatan madrasah.
Kustaji yang juga pengajar di Universitas Bojonegoro ini menekankan bahwa setiap aktivitas positif di madrasah adalah aset informasi.
“Setiap kegiatan baik harus dikemas menjadi berita yang menarik. Peran guru dan humas sangat vital sebagai penyampai informasi positif agar dampak madrasah bagi masyarakat semakin luas,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah Aliyah, Said Edi Wibowo, memberikan penguatan mengenai etika jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa produk informasi yang dihasilkan madrasah memiliki nilai lebih, yakni sebagai sarana edukasi dan dakwah.
Namun, ia mengingatkan agar aspek akurasi dan kepatuhan terhadap regulasi pendidikan tetap dijaga.
“Produk jurnalistik madrasah harus menjadi penyampai informasi yang benar. Kontennya harus akurat dan tetap berada dalam koridor aturan pendidikan,” tegas Said.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tim humas MAN 3 dan MAN 5 Bojonegoro mampu memproduksi konten berkualitas secara konsisten untuk membangun citra madrasah yang unggul dan informatif bagi masyarakat Bojonegoro.(red)













