Ads
Nasional

Hadiri Satu Abad NU di Malang, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Lawan Korupsi

syailendraachmad51
×

Hadiri Satu Abad NU di Malang, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Lawan Korupsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260209 WA0024 copy 1020x572

​MALANG||TRANSISINEWS– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Mujahadah Akbar yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026).

Di hadapan ratusan ribu jamaah dan ulama, Kepala Negara menyampaikan pidato kebangsaan yang menekankan persatuan dan penguatan integritas nasional.

​Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kiprah NU yang telah menjadi pilar penting bangsa selama 100 tahun (1926–2026).

Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar NU dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

​“Alhamdulillah, saya merasa bahagia dan sejuk berada di tengah-tengah warga NU dan para ulama. Ini menambah semangat saya untuk terus mengabdi dan membela rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

​Dalam orasinya, Presiden menyoroti rekam jejak historis NU yang selalu berada di garis terdepan saat negara menghadapi ancaman. Ia mencontohkan peran para kiai dan warga NU dalam momen proklamasi hingga pertempuran heroik melawan penjajah di Surabaya.

Berangkat dari sejarah tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kemandirian bangsa dari segala bentuk intervensi asing.

​Selain aspek sejarah, Presiden Prabowo mengajak para pemimpin bangsa untuk meneladani nilai-nilai NU dalam merawat kerukunan dan mufakat.

Menurutnya, stabilitas nasional merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk mencapai kemakmuran.

​“Tidak ada bangsa yang kuat, maju, dan makmur tanpa perdamaian. Perdamaian tidak akan tercapai jika para pemimpinnya tidak bersatu dan kompak. Mari kita berpikir dan bertindak demi kepentingan bangsa dan masyarakat luas,” tegasnya.

​Menutup pidatonya, Presiden memberikan pernyataan keras terkait tantangan internal bangsa, khususnya masalah korupsi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang merugikan keuangan negara dan membawa kekayaan bangsa ke luar negeri.

​“Kami tidak akan segan-segan melawan koruptor demi membela bangsa dan negara,” pungkas Presiden dengan nada tegas.

Acara Mujahadah Akbar ini berlangsung khidmat dengan pengawalan ketat namun tetap berjalan lancar.

Kehadiran ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah menjadi simbol soliditas warga Nahdliyin dalam memasuki abad kedua organisasi tersebut.(tss)