Menurutnya, stabilitas nasional merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk mencapai kemakmuran.
“Tidak ada bangsa yang kuat, maju, dan makmur tanpa perdamaian. Perdamaian tidak akan tercapai jika para pemimpinnya tidak bersatu dan kompak. Mari kita berpikir dan bertindak demi kepentingan bangsa dan masyarakat luas,” tegasnya.
Menutup pidatonya, Presiden memberikan pernyataan keras terkait tantangan internal bangsa, khususnya masalah korupsi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang merugikan keuangan negara dan membawa kekayaan bangsa ke luar negeri.
“Kami tidak akan segan-segan melawan koruptor demi membela bangsa dan negara,” pungkas Presiden dengan nada tegas.
Acara Mujahadah Akbar ini berlangsung khidmat dengan pengawalan ketat namun tetap berjalan lancar.
Kehadiran ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah menjadi simbol soliditas warga Nahdliyin dalam memasuki abad kedua organisasi tersebut.(tss)













