MALANG||TRANSISINEWS– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Mujahadah Akbar yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026).
Di hadapan ratusan ribu jamaah dan ulama, Kepala Negara menyampaikan pidato kebangsaan yang menekankan persatuan dan penguatan integritas nasional.
Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kiprah NU yang telah menjadi pilar penting bangsa selama 100 tahun (1926–2026).
Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar NU dalam menjaga kedaulatan Indonesia.
“Alhamdulillah, saya merasa bahagia dan sejuk berada di tengah-tengah warga NU dan para ulama. Ini menambah semangat saya untuk terus mengabdi dan membela rakyat,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam orasinya, Presiden menyoroti rekam jejak historis NU yang selalu berada di garis terdepan saat negara menghadapi ancaman. Ia mencontohkan peran para kiai dan warga NU dalam momen proklamasi hingga pertempuran heroik melawan penjajah di Surabaya.
Berangkat dari sejarah tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kemandirian bangsa dari segala bentuk intervensi asing.
Selain aspek sejarah, Presiden Prabowo mengajak para pemimpin bangsa untuk meneladani nilai-nilai NU dalam merawat kerukunan dan mufakat.













