JAKARTA||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali berpartisipasi dalam ajang pameran kerajinan internasional, The International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, yang diselenggarakan di Jakarta pada 4–8 Februari 2026.
Keikutsertaan kali ini fokus menonjolkan peran perempuan pelaku usaha kreatif sesuai dengan tema utama pameran, “Exploring and Celebrating Womenpreneurs”.
Sejak tahun 2022, partisipasi rutin Bojonegoro dalam ajang ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk unggulan daerah ke kancah nasional maupun global.
Berbagai produk khas ditampilkan, mulai dari batik motif asli Bojonegoro, kerajinan kayu jati, aksesoris tangan, hingga aneka produk olahan kreatif hasil binaan UMKM.
Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa partisipasi di INACRAFT bukan sekadar promosi, melainkan upaya konkret membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Menurutnya, potensi pelaku usaha perempuan di Bojonegoro sangat besar dan mampu bersaing jika diberikan ruang promosi yang tepat.
“Tema INACRAFT tahun ini sangat selaras dengan semangat Bojonegoro dalam mendorong perempuan untuk berdaya, mandiri, dan menjadi penggerak ekonomi keluarga maupun daerah. Kami ingin menunjukkan bahwa karya perempuan Bojonegoro memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.
Selain menjadi sarana promosi, ajang ini juga dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk memperluas jejaring bisnis dan mempelajari tren desain global.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara konsisten memberikan dukungan mulai dari pelatihan produksi, fasilitasi legalitas usaha, hingga pendampingan pemasaran.
Ketua Dekranasda Bojonegoro, Bunda Cantika Wahono, menambahkan bahwa kehadiran produk lokal di INACRAFT diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru dengan pembeli dari dalam dan luar negeri.
”Kami berharap produk-produk lokal semakin dikenal luas. Ini adalah bagian dari upaya memperkuat posisi UMKM, khususnya yang digerakkan perempuan, sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro,” pungkas Bunda Cantika.(red/pim)












