Ads
Politik

Bojonegoro Butuh Langkah Revolusioner Atasi Kemiskinan , Komisi C DPRD Desak Aksi Nyata

syailendraachmad51
×

Bojonegoro Butuh Langkah Revolusioner Atasi Kemiskinan , Komisi C DPRD Desak Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
20251009 102144 0000 copy 640x426

BOJONEGORO||TRANSISINEWS- Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro untuk membahas Program Percepatan Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan.

Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program kemiskinan yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C Ahmad Supriyanto, dan didampingi Wakil Ketua Muhammad Rozi, serta dihadiri anggota Komisi C. Dan dihadiri Kepala Bapenda Bojonegoro Ahmad Gunawan, serta perwakilan dari BPS Bojonegoro.

Ketua Komisi C, Ahmad Supriyanto, mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di Bojonegoro masih jauh dari harapan. Berdasarkan data BPS, tingkat penurunan kemiskinan setiap tahun hanya sekitar 0,2 poin, meskipun alokasi anggaran mencapai lebih dari Rp1,6 triliun yang tersebar di 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita tidak bisa terus-menerus melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda. Kita perlu kebijakan revolusioner dan sinergi lintas sektor untuk mengatasi kemiskinan di Bojonegoro,” tegas Ahmad Supriyanto saat rapat Komisi C DPRD Bojonegoro, Rabu (08/10/2025).

Anggota Komisi C, Mochlasin Affan, menyoroti absennya Ketua TKPKD dalam rapat penting tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran itu mencerminkan lemahnya keseriusan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.

“Kita butuh program yang revolusioner, yang memberi lompatan nyata, bukan sekedar pelatihan atau bantuan formalitas yang hasilnya tak terasa,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Robi’ah, anggota Komisi C lainnya, menekankan pentingnya pemanfaatan bonus demografi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM).

“Kita sedang berada di masa bonus demografi. Ini harus jadi momentum membangun SDM unggul, bukan sekedar angka statistik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *