BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Aksi demontrasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di depan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro nampak begitu damai meskipun di warnai corat-coret tembok pagar hingga penempelan selembaran kertas tuntutan, pada Rabu 3 September 2025, sekitar pukul 15.30 wib.
Sekelompok masyarakat tersebut menyampaikan aspirasi dengan melukis tuntutan diselembar kain putih dan tuntut keadilan untuk Ojol (Ojek Online) bernama Affan Kurniawan, yang merupakan mitra Gojek, tewas setelah mengalami insiden tragis dilindas mobil Brimob. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis, di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat (28/08/2025) dan langsung memicu gelombang perhatian publik, khususnya di media sosial.
Dalam aksinya, massa mengawali dengan teatrikal dan tabur bunga di depan gedung DPRD bentuk simbolis tanda matinya hati nurani aparat yang melakukan tindakan represif pada rakyat serta simbol matinya keadilan Indonesia.

Beberapa tuntutan yang disampaikan terkait beberapa point terkait:
•Hapus hak istimewa dan potong gaji pejabat negara, perwira tertinggi, pejabat lembaga non kementerian, Komisaris dan direktur BUMN hingga setara upah buruh rata-rata, pendidikan dan kesehatan gratis, kesejahteraan rakyat dan buruh.
•Potong anggaran lembaga kementerian maupun jabatan yang tidak berhubungan dengan kesejahteraan rakyat, antar lain DPR, MPR, Kepolisian, Kejaksaan Agung, hingga BIN.
•Naikkan upah buruh, turunkan pajak untuk rakyat kecil, serta terapkan pajak progresif bagi perusahaan besar dan konglomerat.
•Bebaskan rekan mereka yang masih ditahan tanpa syarat. Dan tangkap, adili, serta penjarakan aparat pelanggar HAM.













