Di Kabupaten Bojonegoro, lanjut dr. Ani, surveilans gizi telah dimulai dari tingkat desa/kelurahan dan kecamatan melalui kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin Puskesmas) dan Musrenbang Kecamatan. Sedang pada tingkat kabupaten dilaksanakan melalui kegiatan Rembug Stunting.
Di hadapan petugas gizi dari seluruh Indonesia, dr. Ani menyampaikan bahwa surveilans gizi tidak lepas dari peran aktif masyarakat ke posyandu. Juga peran bidan desa, petugas gizi, kepala puskesmas, tokoh masyarakat serta pihak desa/kelurahan yang aktif mengedukasi masyarakat di wilayahnya untuk datang ke posyandu. “Keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini juga tidak lepas dari komitmen dan peran kepala daerah dalam mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut,” tegasnya.













