“Program baca tulis Al-Quran juga melibatkan ustadz dari luar lapas dan telah bersertifkat oleh Kemenag,” tegas Dadang.
Selain itu, program ini bertujuan membina WBP dalam bacaan Al-Quran. Sehingga mereka dapat mengasah kemampuan membaca Al-Quran dengan baik dan memperkuat nilai-nilai spiritual mereka.
“Kegiatan ini mencakup pembinaan kerohanian intensif seperti yang dilakukan melalui Kamar Pondok Pesantren Darut Taubah, yang seluruh anggotanya adalah warga binaan kami terutama yang tersangkut kasus narkoba,” jelas Dadang.
Setiap harinya, para santri warga binaan Lapas Probolinggo mendapatkan berbagai materi baca tulis Al-qur’an. Dengan menjadi santri di lapas, diharapkan warga binaan dapat memperdalam ilmu agama.
“Diharapkan WBP dapat memperdalam ilmu agama, meningkatkan keimanan, dan menjadi individu yang lebih baik serta siap kembali ke masyarakat dengan bekal spiritual yang kuat,” tutup Dadang.













