Simulasi tanggap darurat ini dirancang untuk meminimalkan risiko, seperti mengurangi kemungkinan cidera serius dan kerusakan fasilitas perusahaan selama keadaan darurat. Tanpa perencanaan yang baik, banyak risiko yang dapat muncul, seperti situasi yang kacau dan tidak terorganisir, yang dapat mengakibatkan kebingungan, cidera, serta paparan terhadap bahan kimia, biologi, atau radiasi, termasuk kerusakan properti perusahaan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Ari Rahmat Indra Cahyadi menyampaikan, “Kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya masih dirasakan sangat kurang, Sehingga masih seringkali terjadi kejadian kebakaran yang selalu mengakibatkan banyak kerugian. Untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang api yang memadai.”
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyebab kebakaran dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi. Melalui simulasi kebakaran ini, diharapkan para pegawai dapat memahami bahwa bencana tidak dapat diprediksi, dan setiap upaya evakuasi bertujuan untuk menyelamatkan jiwa. Dengan demikian, para pegawai akan memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana kebakaran. (Red)













