Ketua Bank Sampah Sedap Malam, I Ketut Nada, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan nyata yang diberikan oleh PLN. Menurutnya, bantuan ini datang di saat yang tepat ketika isu sampah menjadi perhatian serius di tingkat nasional.
“Hadirnya bantuan TJSL PLN ini berperan sangat penting dalam mengatasi isu lingkungan sampah yang sedang marak dan menjadi perhatian nasional. Kami merasakan betul perubahannya, dari yang sebelumnya manual kini bisa lebih cepat dan masif dalam mengurai sampah plastik,” ujar I Ketut Nada.
Ia berharap Bank Sampah ini bisa terus ditingkatkan kapasitasnya. “Harapannya, lokasi ini bisa menjadi percontohan penguraian sampah di Bali. Kami ingin membuktikan bahwa dari Desa Nyitdah, kita bisa memberikan kontribusi nyata untuk Bali yang lebih bersih,” imbuhnya.
Melayani Ratusan Unit Bank Sampah Keberhasilan Bank Sampah Sedap Malam dalam mengolah sampah plastik menjadi cacahan plastik siap jual telah menjadikannya sebagai hub atau pusat layanan bagi lebih dari 108 unit bank sampah di wilayah sekitar. Sinergi ini mempercepat proses penguraian sampah plastik di Kabupaten Tabanan secara masif.
Melalui dukungan ini, PLN berharap rantai ekonomi sirkular di Bali dapat terus tumbuh, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam Pulau Dewata bagi generasi mendatang. (@dex)













